Makalah Konsepsi ISBD dalam Keindahan (ISBD)

Salah satu contoh Makalah Konsepsi ISBD dalam Keindahan pada Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)



 
BAB I
PENDAHULUAN

           A.    Latar Belakang
            Ditinjau dari segi bahasa, Keindahan berasal dari kata indah, diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus atau elok. Keindahanidentik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalahkeindahan.
Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan Keindahan dalam arti estetika murni menyangkut pengalaman estetik seseorangdalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Keindahan dalam artiterbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkutbenda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupakeindahan bentuk dan warna.
Nilai Estetik menurut Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertiankeindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilaiekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya.
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diammemikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renunganadalah hasil merenung.
Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok,sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsurpengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Kehalusan berasal dari kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut,sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus,kesopanan dan atau keadaban.

           B.     Rumusan Masalah
            Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa pengertian dan makna keindahan ?
2.      Apa yang dimaksud dengan renungan ?
3.      Apa yang dimaksud dengan keserasian ?
4.      Apa yang dimaksud dengan kehalusan ?
5.      Bagaimana hubungan manusia dan keindahan ?

           C.    Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui pengertian dan makna keindahan.
2.      Mengetahui maksud dari renungan.
3.      Mengetahui maksud dari keserasian.
4.      Mengetahui maksud dari kehalusan.
5.      Menjelaskan hubungan manusia dan keindahan.

           D.    Manfaat Penulisan
Manfaat dengan dibuatnya makalah ini, supaya kami selaku penyusun dan para pembaca, memahami arti dan makna dari keindahan, memahami maksud dari renungan, keserasian dan kehalusan serta mengetahui hubungan manusia dan keindahan didalam konsepsi Ilmu Sosial Budaya Dasar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Makna Keindahan
1)        Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata Indah Keindahan atau "Beauty" adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,cantik, bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Contohnya jika kita bermusik,kita akan semakin mencari 'Feel' apa yang cocok untuk hatikita. Benda yangmempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, seperti pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga, lereng gunung), manusia (wajah, mata, hidung, bibir, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tatanan perabot rumahtangga dan sebagainya), suara, warna, dan sebagainya. Semua itu termasuk indah yang merupakan ciptaan Tuhan secara langsung. Betapa indahnya pemandangan matahari pagi dari timur dan pemandangan sore hari ketika matahari sedang menuju peraduannya di ufuk barat bumi ini.
Demikian juga pemandangan yang indah ciptaan Tuhan yang muncul dari perpaduan gunung yang menghijau dengan samudera yang membiru. Indahnya pemandangan alam lepas, apalagi saat bulan purnama yang sejuk dengan desir angin sepoi-sepoi basah. Keindahan seperti itu sudah merupakan keindahan yanguniversal. Semua lapisan masyarakat akan merasakan betapa indahnya ciptaanTuhan. Karena dalamIslam sendiri, sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda :
“SesungguhnyaAllah Ta'alaindahdan suka kepada keindahan”. (HR. Muslim) Tidak demikian halnya dengan keindahan yang merupakan karya cipta manusia. Keindahan yang merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Meskipun keindahan karya cipta manusia itu universal, akibat pemaknaannya akan berbeda. Perbedaan itu dibatasi oleh ruang dan waktu.Keindahan juga identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran,dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi,dan mempunyai daya tarik yang bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat Universal, yang tidak terikat oleh seleraperorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan. Kemudian pertanyaannya apakah keindahan itu? Apakah nilai Estetik itu? Yang mendorong manusia menciptakan keindahan.
Menurut sejarah Yunani kuno abad 18, pada saat itu pengertiankeindahan telah di pelajari oleh para Filsuf. Menurut The Liang Gie dalambukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata“Beautiful”,bahasa Perancis “Beau”,Italia dan Spanyol “Bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin“Bellum”,akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi“bellum”. Kemudian menurut luascakupannya, Keindahan dibedakanmenjadi tiga macampengertian, yaitu :
a.       Keindahan Dalam Arti Luas
Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie,mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnyadari pemikiran Plato, yang menyangkut adanya watak yang indah danhukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatuyang baik dan juga menyenangkan; Plotinus yang berbicara tentang ilmuyang indah dan kebajikan yang indah atau bisa pula disimak dari apa yang biasa dibicarakan oleh orang-orang Yunani mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetik disebutnya “Syimmetria”,untuk keindahan berdasarkan pengelihatan. (misalnyapada seni pahat dan arsitektur) dan “Harmonia” untuk keindahanbedasarkan pendengaran (musik).
Jadi pengertian yang seluar-luasnya meliputi :
·         Keindahan Alam
·         Keindahan Seni
·         Keindahan Moral
·         Keindahan Intelektual
b.      Keindahan Dalam Arti Estetika Murni
Hal ini murni menyangkut pengalaman estetik seseorangdalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c.       Keindahan Dalam Arti Terbatas
Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Filsuf seni merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara penerapan-penerapan inderawi kita (Beauty is unity of formal realitions of our sense percepctions).
Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang  menyenangkan bila mana dilihat (Idqout visum placet).
 Nilai estetika adalah yang berasal dari kata Aesthesis yang artinya  perasaan atau sensitivitas, karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam pengertian teknis, estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan,kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu obyek dan obyek itu dapat memberikan rasa senang, puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka  dapat dikatakan obyek yang dipandang itu mengandung keindahan. Dalam perkembangannya, pengertian ini, kemudian berubah meluas, tidak lagi berkaitan dengan lidah dan perasaan, tetapi berhubungan dengan pikiran, etika dan logika. Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai Moral, nilai Ekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengansegala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai Estetik.
Masalah sekarang ialah: apakah Nilai Estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai sering kali dipakai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (Worth) atau kebaikan (Goodness). Dalam “Dictionary Of Sociology And Related Science” diberikan rumus tentang nilai sebagai berikut :“The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. TheQuality of any object which causes it be of interest to an individual or agroup” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Penyebab manusia menciptakan keindahan adalah karena keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu Ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pamain drama yang berlebih-lebihan, misalnya marah dengan meluap-luap padahal kesalahan kecil, atau karenakehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung,itu berarti tidak alamiah.
Dibawah ini adalah alasan dan tujuan manusia menciptakan keindahan :
a.     Tata nilai yang telah usang
                 Tata nilai yang sudah tidak sesuai dengan kondisi dan
     keadaan pada zaman sekarang, sehingga dirasakan sebagai
hambatan yang dapat merugikan nilai-nilai kemanusiaan dan dipandang sebagai hak-hal dapat mengurangi nilai moral bermasyarakat, sehingga bisa dikatakan tidak indah.
b.    Kemerosotan zaman   
  Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan
       ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat terutama dari         segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan agama dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Yang demikian itu tidak baik, yang tidak baik itu tidak indah.
c.       Penderitaan Manusia
              Penderitaan merupakan hal yang pernah dialami semua orang, dan hal ini merupakan resiko hidup manusia, yang diberikan oleh Tuhan agarmanusia sadar untuk tidak menjauh dari Nya. Walaupun penderitaan adalah resiko hidup manusia, tapi hampir semua orang menyukai adanyapenderitaan, dan menganggap penderitaan merupakan hal yang tidak baik, yang tidak baik itu tidak indah.
d.      Keagungan Tuhan
                  Keindahan merupakan anugerah yang diberikan oleh manusia dan makadari itu kita sebagaimanusia wajib mensyukurinya, dan sebagian darikita mengungkapkan rasa syukur tersebut dalam bentuk karya seni,seperti melukis pemandangan, yang merupakan hasil karya seni yang Agung yang diciptakan oleh Allah untuk kita sebagai hambanya
2)        Makna Keindahan
Menurut Kant, keindahan itu bisadi lihat dari 2 segi, yaitu dari  segi arti yang Subjektif dan dari segi arti yang Objektif. Dari segi arti subjektif keindahan dikatakan sebagai sesuatu yang tanpaharus direnungkan ataupun disangkut-pautkan dengan kegunaan-kegunaanpraktis sudah bisa mendapatkan rasa senang pada diri si penghayat; sebagai keserasian yang dikandung objek sejauh objek tersebut tidak ditinjau dari segigunanya. Dengan melihat demikian beragamnya pengertian keindahan, dan kitaharus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan mengecewakan kita yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertianyang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompokpengertian tersendiri, paling tidak kita bisa menangkap arah atau kecenderungan dari suatu pengertian yang dikemukakan seseorang sesuai dengan pengelompokan seseorang sesuai dengan pengelompokan-pengelompokan yang ada.

B.     Renungan
            Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri ataupembicaraan dalam hatikita tentang suatu hal. Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu samalain berbeda, meskipun objek yang direnungkannya sama, lebih pula apabila objek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkannya itu bergantung kepada objekdan subjek.Setiap kegiatan untuk merenung atau mengavaluasi segenap pengetahuan yang dimiliki dapat disebut berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu peristiwa.
            Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan gaya gravitasinya.Akan tetapi tidak semua orang mampu berfikir kefilsafatan. Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalahproeses berpikir yang  logik dan analitik. Berpikir merupakan kegiatan untuk menyusun pengetahuan yang benar. Berpikir logik menunjuk pola berpikir secaraluas. Kegiatan berpikir dapat disebut logik ditinjau dari suatu logika tertentu. Maka ada kemungkinan suatu pemikiran yang logik akan menjadi tidak logik biladitinjau dari sudut logika yang lain. Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada suatu analisis. Analisis adalah kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu, sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung.

C.    Keserasian
            Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi  Rasi artinya cocok,sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Perpaduan misalnya orangberpakaian antara kulit dan warnanya yang dipakai cocok. Sebaliknya orang hitam memakai wana hijau, tentu makin hitam. Warna hijau pantas dipakai oleh orang berkulit kuning. Atau ke pasar menggunakan pakaian pesta, atau sebaliknya berpesta menggunakan pakaian santai, dan lain-lain. Hal seperti ini tentu tidak serasi dan kurang cocok, kurang kena. Dan tentu akan dikatakan oleh setiap orang “Sayang” atau kata-kata lain yang menunjukkan kekecewaan. Oleh karena yang memandang itu merasa kecewa dengan adanya hal yang kurang serasi. Dalam memadu rumah dan halaman, rumah yang bagus dengan halaman luas dan tersusun rapi dengan bunga-bunga yang indah, orang akan memuji keserasian itu. Tetapi sebaliknya, rumah yang bagus yang tidak mempunyai halaman tentu orang akan mengatakan “Sayang”. Jadi dalam hal memadu rumah dan halaman itu ada unsur ukuran-ukuran yang seimbang.
            Dalam berpakaian sangat diutamakan keserasian warna dan bentuk sertapotongan tubuh. Atau dapat juga kita kagum atas kecantikan wanita dan kecakapan pria pada waktu duduk. Setiap orang melihat terheran-heran melihat wajahnya. Hampir semua mata memandang ke arah wanita atau pria yang dikagumi semua yang hadir itu. Tetapi setelah berdiri, semua orang mengeluh “Sayang”, karena tinggi orang itu tidak sesuai dengan harapan kita, ternyata terlalu pendek hal seperti itu juga menyatakan ukuran. Lagu merupakan pertentangan suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lembut yang terpadu begitu rupa, sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita merasa puas. Tetapi apabila terjadi sekonyong-konyong suara yang seharusnya menurut rasa kita menanjak justru kebalikannya, kita tentu akan kecewa. Dalam hal lagu, irama yang indah itu merupakan pertentangan yang serasi.

D.    Kehalusan
            Kehalusan berasal dari kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut,sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus,kesopanan dan atau keadaban. Halus bagi manusia iu sendiri ialah berupa sikap, yakni sikap halus. Sikap halus adalah sikap lembut dalam menghadapi orang. Lembut dalam mengucap kankata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya.Halus itu berarti sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yangsedang bermusuhan. Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Sebab itu orang yang bersikap halus atau lembut biasanya suka memperhatikan kepentingan orang lain, dan suka menolong orang lain.
            Sikap lembut merupakan perwujudan pula dari sifat-sifat ramah, sopan, sederhana dalam  pergaulan. Sikap halus juga dimiliki orang yang bersikap rendah hati. Karena  orang yang bersikap rendah hati adalah orang yang halus tutur bahasanya, sopan tingkah lakunya, tidak sombong, tidak membedakan pangkat dan derajat dalam pergaulan. Kehalusan atau kelembutan atau sebaliknya kekerasan itu yang menilai orang lain, orang yang dihadapi atau orang yang menyaksikan. Sudah tentu yang dinilai adalah gerak laku, roman muka, tutur bahasa, dan sebagainya. Anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan itu ialah kaki, tangan, kepala, mulut, bibir, mata, bahu. Selain itu roman muka, perkataan, pemilihan kata, penyusunan kalimat dan irama bahasa juga dapat dinilai halus dan tidaknya. Bagian Rohaniah yang melahirkan sikap : kemauan, perasaan dan pikiran atau karsa, rasa dan cipta. Tiga unsur Rohaniah ini saling berkaitan, saling mempengaruhi dan mewujudkan tingkah laku, tutur bahasa, perbuatan yang semuanya itu dapat dinilai kehalusan dan kekasarannya.

E.     Hubungan Manusia dan Keindahan  
            Akal dan budi merupakan kekayaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak dan keinginan pada hewan bersumber dari naluri. Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak dan keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya takterbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni, untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya.
            Keindahan yang bersifat rohani dimaksudkan keindahan yang dapat “menyenangkan” atau “memuaskan“ batin manusia. Tetapi perlu segera dipahami bahwa walaupun secara material keduanyadapat dibedakan, secara Esensial keduanya tidak dapat dipisahkan; karena pada akhirnya “Unsur kemanusiaan” itulah yang harus menjadi penentunya. Sebuahlukisan yang secara lahiriah “menyenangkan” tetapi jika “batin” manusiamenolaknya karen lukisan itu dapat ”merusak”. Kemanusiaan manusia, makalukisan itu tidak berhak disebut indah. Kodrat manusia selalu mendambakan sesuatu yang baik, yang dapat menyempurnakan kemanusiaannya. Disadari atau tidak setiap manusia tidak senang terhadap sesuatu yang jorok, yang tidak baik, dan yang merendahkan martabatnya.
Karena itu “Keindahan” bagi manusia sebenarnya bukan sekedar sesuatu yang menjadi “harapannya“ melainkan merupakan sesuatu yang“harus diusahakan adanya”.
            Salah satu definisi yang paling dikenal adalah hasil pemikiran penyair romantik Inggris, John Keats. Dibukunya yang ditulis tahun1817,
Endymion, terapat definisi tentang Keindahan semacam ini :
“A thing of beauty is a joy forever: It’s loveliness increases; it will never pass into nothingness”. “Sesuatu yang indah adalah kegembiraan selama-lamanya: Kemolekannya bertambah, dan takkan pernah menuju ketiadaan”.


 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang  memberi kita rasa senang bila melihatnya,keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie  mengandung gagasan tentang kebaikan. Keindahan Dalam Arti Estetika Murni menyangkut pengalaman estetik seseorangdalam hubungannya dengan segalasesuatu yang diserapnya.Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebihdisempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan indera penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
            Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal. Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Keindahan” pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karenadengan keindahan itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana keindahan itu perasaan “(ke)-manusia-(annya)” tidak terganggu.

B.     Saran
            Dengan dibuatnya makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan kami selaku pembuat makalah ini. Kami selaku pembuat makalah ini meminta saran kepada para pembaca untuk mengoreksi apabila ada kesalahan dalam sistematika penulisan makalah dan isi makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Akiel, A. Bahan Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Unindra.
berbahasa Indonesia: tentang Keindahan. (n.d.). Retrieved from Wikipedia:  www.wikipedia.com
M. P, S. (1984). Buku Materi Pokok IBD. Jakarta: Depdikbud.
Sofa, P. (n.d.). Ilmu Budaya Dasar Bag 1. Retrieved from Cari Ilmu Online: www.cariilmuonline.com
Widagdho, D. (2008). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.







Makalah ini disusun oleh :
- Anisa Paulina
- Muhammad Iqbal Tanjani







Next Post Previous Post

Pages