Kajian Dakwah



Pemateri: M. Indra Kurniawan

Tanggal: 16 Agustus 2020


Bismillaahirrahmaanirrahim


Empat Golongan Objek Dakwah

  1. Golongan mu'min (orang yang meyakini kebenaran dakwah) 
  2. Golongan mutaraddidun (orang yang belum mengetahui hakikat kebenaran dakwah dan belum mengenal keikhlasan para du'at) 
  3. Golongan naf'iyyun (orang yang tidak memberikan dukungan sebelum mengetahui keuntungan materi yang dapat diperoleh sebagai imbalan) 
  4. Golongan mutahamilun (orang yang selalu berprasangka buruk kepada para da'i dan hatinya diliputi keraguan) 

 

Kondisi Da'i: Fanaa-un (Melebur) 

“Sesungguhnya dakwah ini tidak akan dapat diemban, kecuali oleh mereka yang memahami seluruh sisinya dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya: baik jiwa, harta, waktu, dan kesehatannya.” (Hasan Al-Banna) 


Wudhuhun (Jelas) 

Gerakan dakwah hakikatnya menyeru umat ini kepada suatu mabda' (prinsip) yang jelas yang telah dikenal dan diyakini kebenarannya oleh umat. 

Namun, tidak sedikit umat ini yang keimanan dan keyakinannya itu tertidur lelap sehingga tidak memiliki daya dorong untuk melaksanakan apa yang diyakininya itu. 

Sementara itu, saat ini di Barat maupun di Timur terdengar seruan-seruan para penyeru kepada mabadi' (prinsip-prinsip), fikrun (gagasan), dan madzahib (aliran-aliran pemikiran) dengan tampil intelek, professional, dan terlatih. Didukung sarana modern. 


Wihdah (Persatuan Bangsa) 

Apakah seruan kepada Islam akan merusak persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai aliran dan agama? 

Sesungguhnya Islam telah menjamin kekuatan ikatan itu selama masyarakat tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. 

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah: 8) 


Al-Ijma'u 'ala Amrin Far'iyyin Muta'addirun 

Mengharapkan adanya ijma' dalam masalah furu'adalah suatu kemustahilan, bahkan bertentangan dengan tabiat agama dan kemanusiaan. 

Allah berkehendak agama ini abadi dan dapat menyertai semua zaman. Sehingga kemudahan, fleksibel, dan bebas dari kebekuan menjadi sesuatu yang menyatu pada agama ini. 

Berbeda dalam perkara furu' bukanlah penghambat menyatunya hati dan saling cinta. 


Al-Aghradh (Gejala) 

  • Politik: Terjajah oleh musuh-musuhnya, sementara rakyatnya terpecah belah. 
  • Ekonomi: Sistem riba merajalela, dikuasai perusahaan-perusahaan asing, eksploitasi SDA. 
  • Sosial: Dekadensi moral, hedonisme, demam kebarat-baratan, dikuasai UU bumi. 
  • Pendidikan: Sistem pendidikan Barat yang materialistis.
  • Kejiwaan: Keputusasaan, kemalasan, apatisme, kepengecutan, tidak jantan, egoisme, kebakhilan, lalai, kekaguman berlebih pada musuh.


Amalun wa Syu'urun (Harapan dan Perasaan) 

  • Namun, dalam segala keadaan itu, juga terlihat fenomena kesadaran dan kebangkitan. 
  • Hal ini harus menumbuhkan optimisme 

Sarana mencapai tujuan: 

  • Al-Minhajus Shahih (manhaj yang benar).
  • Al-'Amilunal Mu'minun (pekerja yang beriman).  
  • Al-Qiyadatul Hazimatul Mautsuqu biha (pemimpin yang kuat dan terpercaya). 






Next Post Previous Post

Pages